pertolongan pertama Serangan Jantung

Dr. HB. Junaz
Ketua Umum BEN APDMI

Manusia merupakan ciptaan Ilahi yang sempurna, organ tubuhnya secara alami berangsur menyesuaikan diri dengan rangsangan dan beban yang diterimanya. Jantung juga demikian, namun jika beban yang diterimanya meningkat terlalu tinggi dari biasanya, diluar batas kemampuan, dapat berakibat vatal. Bagaimana seandainya itu terjadi?

Menolong diri sendiri

Jika misalnya seseorang setelah sibuk kerja seharian, mengendarai mobil sendirian dalam perjalanan pulang, tiba-tiba merasakan sakit yang sangat di dada, kemudian mulai menjalar ke lengan, dagu., sedangkan jarak ke Rumah Sakit terdekat kira-kirmasih 5 km, dan tidak tahu apakah mampu bertahan sampai sejauh itu?

Ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu 10 detik untuk menyelamatkan diri dari kematian, jika tidak mendapat pertolongan setelah itu kesadarannya akan hilang & pingsan.

Jika tidak ada orang lain yang memberi pertolongan pertama, penderita harus memanfaatkan 10 detik yg singkat ini, berusaha menolong dirinya sendiri.

Pertolongan pertama, bagaimana?

Langkah darurat yang harus dilakukan diri sendiri adalah:

  1. Jangan panik
  2. Berusaha berbatuk terus sekuat tenaga, dimaksudkan untuk memasukkan Oxigen ke paru-paru.
  3. Setiap kali sebelum batuk, tarik nafas sedalam-dalamnya kemudian berbatuk sekuat-kuatnyanya, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada didalam dada, dimaksudkan untuk menekan jantung agar aliran darah bersikulasi
  4. Setiap selang 2 detik, harus menarik nafas dan berbatuk lagi, terus menerus hingga pertolongan tiba atau jika telah merasa denyut jantung sudah normal, bisa istirahat.

Pertolongan pertama dengan cara ini dimaksudkan agar penderita mempunyai kesempatan untuk sampai ketempat perawatan kesehatan Rumah Sakit.

Serangan jantung juga mungkin terjadi pada usia dibawah 30 tahun.

(disarikan dari Journal of General Hospital Rochester, artikel no 20)

Mari sebarluaskan informasi ini, kemungkinan banyak nyawa dapat terselamatkan.

Aliansi Praktek Dokter Mandiri (APDMI)
 tlp & fax: (62)(21) 3144679  email: hb.junaz@gmail.com

atenSuharto-130326  http://wp.me/p3aea9-51

Advertisements

hamil aman dan Vasektomi

dr. Asri

Hamil, melahirkan, dan nifas adalah kodrat ibu, namun tanpa diduga pada masa tersebut bisa terjadi komplikasi, hingga ibu jatuh sakit bahkan tidak sedikit yang kemudian meninggal dunia. Di Indonesia dari 100.000 ibu yang melahirkan bayi hidup, 228 diantaranya meninggal dunia. Jika ibu-ibu yang meninggal tersebut mempunyai anak rata-rata 2, maka setiap 100.000 kelahiran hidup, ada 456 anak piatu baru yang kemudian harus menjalani hidup dan berkembang menjadi dewasa tanpa pendampingan, perlindungan, dan tuntunan ibunya.  Apakah hal ini tidak bisa dicegah.

Kehamilan tidak aman

Dari banyak penelitian, komplikasi terbanyak terjadi pada ibu-ibu yang berusia dibawah 20 tahun (terlalu muda untuk hamil), diatas 35 tahun (terlalu tua), jarak waktu antar kelahiran kurang 3 tahun (terlalu rapat), dan jumlah anak diatas 3 (terlalu sering melahirkan).

Para ibu yang sedang mengemban kodratnya, hamil, melahirkan, dan nifas, seharusnya terjaga keamanannya, kehamilan dipersiapkan, namun banyak ibu-ibu yang tidak memahami dan menyadari adanya bahaya yang mengancamnya. Kita semua dapat mengambil peran dengan turut memberikan informasi dan mengingatkan para ibu yang merencanakan kehamilannya.

Kontrasepsi

Gerakan Keluarga Berencana yang digulirkan tahun 50an, menawarkan gagasan yang mendorong masyarakat mendewasakan usia nikah serta melakukan perencanaan kehamilan yang aman dan sehat dengan aplikasi kontrasepsi.  Kontrasepsi digunakan untuk melindungi ibu dari kehamilan yang tidak aman.. Bagi yang ingin menunda kehamilannya hingga berada pada batas aman hamil, dapat memilih dari banyak jenis kontrasepsi, bagi yang telah merasa mantap dengan jumlah anak yang dimiliki, dapat memilih kontrasepsi yang paling efektif dan efisien yakni vasektomi untuk bapak.

Vasektomi Tanpa Pisau (VTP)

Sejak ditemukannya cara Vasektomi Tanpa Pisau (no scalpel vasectomy), penggunaannya meningkat pesat, oleh 50 juta pria didunia, 25 ribu setahun di Indonesia. VTP dilakukan menggunakan alat simpel khusus dan anestesi lokal, tindakan pada kedua vas deferen (saluran sperma) dilakukan melalui satu lubang kecil, hanya perlu waktu singkat untuk menyelesaikannya, sekitar 10 menit jika tidak ada penyulit.  Luka yang ditinggalkannya kecil, tidak perlu dijahit, cukup ditutup menggunakan plester obat.

Tempat pelayanan

Informasi tentang VTP dapat diperoleh dari petugas lapangan KB BKKBN (PLKB), kader KB, petugas pusat pelayanan kesehatan. Di Jakarta informasi dan pelayanan medis dapat diperoleh salah satunya di Klinik Mantap Pro-Familia.  Klinik ini telah menyelenggarakan pelayanan sejak tahun 1991, berada di Gedung PKMI, jl kramat sentiong no 49A, Jakarta pusat, tlp (021) 315 5122 email: pkmi.pusat@yahoo.com    www: pkmi-online.com

atenSuharto 130320   http://wp-me/p3aea9-4w

si miskin dan yang punya

Alkisah dahulu kala: Orang-orang yang mempunyai kebun dan dicobai Allah. Mereka bersumpah, bahwa mereka akan memetik buah-buahan kebunnya pagi-pagi benar tanpa menyebut Insya Allah. Kemudian Allah mendatangkan malapetaka (cobaan) kedalam kebun mereka, sehingga musnah semuanya, sedang mereka telah tidur lelap.

Pada pagi-pagi benar mereka bangun memanggil teman-temannya, supaya lekas pergi kekebun memetik buah-buahan. Lalu mereka berjalan ke kebun bersembunyi-sembunyi, supaya orang-orang miskin jangan turut campur memetik buah-buahan itu, nanti mereka mendapat bagian pula, sebagai upah jerih payahnya. Tatkala mereka sampai di kebunnya, mereka lihat kebunnya itu telah rusak binasa, sehingga semua musnah buah-buahannya.

Waktu itu mereka sadar bahwa maksud mereka hendak mendapat hasil kebunnya, tanpa memberi orang-orang miskin, menjadi gagal adanya. Maksud hendak mendapat semuanya, tapi sebuahpun tak dapat.

Begitulah siksa orang yang bathil di dunia, sedang azab di akhirat lebih besar daripada itu.

Akhirnya mereka mengaku kesalahannya. Mereka hendak menganiaya orang-orang miskin, tapi akhirnya menganiaya diri sendiri. Mudah-mudahan Allah akan menukar dengan yang terlebih baik dari padanya. Demikian ujar mereka.

Kisah ini patut menjadi pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai kebun, sawah, ladang dsb. Hasilnya jangan dimakan sendiri, melainkan sedekahkan kepada fakir miskin.

(prof Mahmud Yunus 1973: tafsir QK: 68/17-33)

Kisah ini bukan tidak mungkin akan berulang, semoga jauh dari kita. Namun kenyataannya  sekarang tidak sulit menemui kejadian yang mirip kisah ini.

Mulai April 2013 tidak ada lagi kereta api untuk para tak punya, bekasi-jakarta, padahal dulu para pejuang telah mengorbankan harta dan nyawa merebutnya dari penguasaan penekan, pemeras, penjajaah, untuk digunakan bersama. Pantai dimana para tak punya bercengkerama, mengail rejeki dari menangkap karunia Ilahi, telah lama dipagari, ancol Jakarta. Mata air tempat bebas para gadis bercengkerama, mencuci, bebersih diri, ambil air untuk menanak nasi, tak bisa didekati lagi.  Dan masih-masih banyak lagi.

Mengapa bisa seperti ini?  Semoga murka Ilahi dapat dihindari.

atenSuharto 130320 http://wp.me/p3aea9-4i

philosophy of Water

This is the God’s creation, since millions year ago to give blessings to all.  Willing to leave laughter relatives, separated fromtamanCikas20130307 the open sea, lifted up, joining with others, forming clouds, dancing, marching, began a long journey without time limits

If the earth requires, call, she immediately jump down, has landed in seconds on overlay gentle meadows, or on the leaves of tall trees bending, and went seep into, gives freshness, energy, living, long break.  Others rejoice swinging on ooiving strength, embedding, also energizes the inhabitants of all, a long rest before returning home. 

Long stay, trooped in small groups, go out through erath, the springs on the slopes of hills, valleys, river mouth, and then joined with the otherscikasLake-20130318 Some headed, lake, breaks, forming a line the other, tracing the river track, rippling dancing, singing rus long wander looking for a new settlement, growth and growing.  Until the final destination, he remained cheerful, his face glowing translucent white. 

The water current?

The behavior commendable copied, used fad, be the guidance of life, used as philosophy, philosophy of Water.  But now the situation has changed drastically, hard to find a soft place to land grass, tall trees as well.  There’s nothing more to  disconnected.

No more soft landings, he slammed on the dead earth and concrete overlay that covers the door hard earth. He is aIMG_20130326_174306ngry, not many earth door. Sad driveway, unable to give a blessing to the earth groaning.

Sad, tired, run fast, to get home, throw all the burden, chunk earth and dead tree trunks.  He was angry, cical waste could not he broken.  He turns to brown, red, black, smelly.  No more cheering, calling, all away, no more fish cheerfully go with him, there was this fish brooms, all the hate, send a prayer to the God, may not come again, some even closing long lake, where long rest, and river trails home.

Water, good behavior was out of sight, not a role model anymore.  Who are the losers?  What nobody cares?  What must go on like this?

(AtenSuharto) as130320 http://wp.me/p3aea9-3Z

 

effective step to Moping Floor

 

* aplication easy steps to solve the problem

We’re happy if the floors look clean shiny fragrant, but they are not, sometimes there are parts that seem opaque sticky greasy, usually around the kitchen. Yes, that’s a problem, a state / reality that does not conform to your expectations or our standards (prof Azrul Anwar: quality standards).

What did happen?

Let’s Observe. Apparently there was a layer of dirt on the floor solid. attached together with a layer of fat on the surface of the floor. Floor surface was not perfectly flat, there are many fine holes (pores), thousands, perhaps millions, grease with dirt getting into it.

Mops usually consists of a mop made of silky soft cotton fibers, plastic bucket, water, and floor liquid cleaner. The process begins mop bucket filled with water half or less, added liquid floor cleaner, mop dipped then squeezed usually wear strong by hands (hands become contaminated), then moping, dipped again, dub, squeezed, repeatedly.

Why can not muck up?

Concentrated mixture of grease and grime can only be removed by using a powerful eroded, while wonderfully soft mop. Fat is lighter than water, floating on the water a lot, when mop is not enough water so that the fat does not float, even more attached. Floor cleaning fluid containing materials have some sort of dirt and wax bullets that will cover the pores. Cleaning the floors were not effective enough when using the tool and the normal way.

How can be more effective?

To scrape off dirt need a brush or mop a strong fibrous, to remove impurities need more water when moping (such as car washes), and change the way of an off dirty mop. Cleaning fluid is useful to shed fat and impurities, materials such as wax fills pores so the dirt does not easily attached and as a polishing agent.

There is now a mop subtle but strong fibrous, yellow ScothBrite striking, also a mop bucket with a squeezer, Claris powerpelas-mop mop bucket, usually available in Indonesia supermarket, Carrefure, Superindo and Rumah Kita. Complete mop up the price of IDR 80,000, lasting for up to 30,000 square meters (a year to the medium house, the mop bucket IDR 80,000 for up to 5 years, if the calculated cost per month divided by the purchase of just under IDR 7,000, less than the maximum results.

Moping a more effective way, the first bucket filled with water at least ¾ parts, pour liquid floor cleaner can be sticky enough not to excess (better add 1-2 drops liquid deterjent for oily floor), enter mops, mop handles circled left right direction alternately using both hands, lift put on the squeezer hole, turn slowly (not pressed), then press gently gathered fabric to ½ the water out (it still contains a lot of water).

Then first moping with sweeping gestures such as left to right direction while walking backward (not forward andmoping2 backward direction, the dirt can be left behind), then dip the mop into the bucket, turn the handle of a mop with without pressure, after the fabric firmly press gathered up as much water as possible out, lift.

Second moping (rubbing) while absorbing water the floor above (merged with dirt), a powerful rotary lift bags, squeeze gently back, mop again, over and over.  The water in the bucket will moping3appear more turbid, indicating that more dirt off the floor.

This method is also good for cleaning tables, furniture, etc., first flush chamois cloth with water, wring half, put a drop of liquid floor cleaner (or dip into the bucket contents + water purifier), wiped the table with a cloth pressed to exit the water, wring out cloth lift, second rubbing left and right direction while moving back or circular motion gradually into the starting edge of the table.  Twinkling is clean, shiny, fragrant, we happy.

By way of the above does require more power, may sweat, but relieved when saw the floor was clean and shiny, fragrant, rough trampled, plus sport.

Let’s try, then give this paper to enrich enter.

Easy steps to solve the problem, Observe, Conclude, Realize

Observations feels incomplete without conclusions, conclusions without profound observation could be further from the truth, observations and conclusions without embodies a vain work, realize without observations and conclusions can be far from expectations. (Aten-Asri) 

 (AtenSuharto) as130314  http://wp.me/p3aea9-39

falsafah Air

Ciptaan Tuhan ini berjuta tahun setia menebar keberkahan pada semua. Rela meninggalkan tawa canda sanak saudara, lepas dari lautan bebas, terbang menjulang tinggi, bergabung dengan sesama, membentuk awan, menari, berarak, mengawali perjalanan panjang tanpa batas waktu dan jarak,  bergerak perlahan kadang berlari, sekali-kali menjawab lambaian bumi dengan suaranya yang merdu kadang menggelegar.

Jika bumi memerlukan, memanggil, ia segera terjun bebas, dalam hitungan detik telah mendarat dihamparan padang rumput lembut, atau diatas lembar daun lentur pohon tinggi, lalu masuk meresap kedalam, memberi kesegaran, energi, bermukim, istirahat panjang. Sebagian lain bergembira berayun pada pucuk daun dan ranting lentur, menurun berangsur, mendarat dipermukaan tanah yang lembut gembur, masuk pintu bumi, mengisi urat bumi, memberi kekuatan, melekatkan, juga memberi energi pada segenap penghuni, istirahat panjang sebelum pulang kembali.

Yang telah lama mukim, beriringan dalam kelompok kecil, keluar pintu bumi, mataair di lereng bukit, lembah, bibir sungai, lalu bergabung dengan lainnya. Sebagian menuju kubang, danau, istirahat, lainnya membentuk barisan besar, menelusuri alur sungai, menari beriak, bernyanyi gemericik, mengundang mahluk lain bergabung, pohon dan lainnya meyerap sarinya, dia juga mengantar telur pohon (biji) pergi jauh merantau mencari pemukiman baru, tumbuh dan berkembang. Sampai tempat tujuan akhir, dia tetap ceria, wajahnya berbinar putih bening.

Air saat ini?

Perilakmu yang terpuji ditiru, dijadikan anutan, dijadikan tuntunan hidup, dijadikan falsafah, falsafah Air. Namun kini keadaan telah berubah drastis, sulit menemukan hamparan rumput lembut tempat mendarat, juga pohon tinggi. Tak ada lagi yang melindungi bumi, terbakar sengatan mentari, merintih, merana, mati, mengeras, tak ada lagi urat bumi, terputus.

tamanCikas20130307Tak ada lagi pendaratan lembut, ia terhempas di bumi yang mati dan di hamparan beton keras yang menutupi pintu bumi. Ia marah, tak banyak lagi jalan masuk bumi.Sedih, tak bisa lagi memberi keberkahan pada bumi yang merintih.

Sedih, lelah, berlari kencang, ingin segera pulang, membuang segala beban, bongkahan bumi dan batang pohon mati.  Ia marah, menerjang semua penghalang, Semakin marah, menjelang tempat kembali, disiram limbah kimiawi yang tak sanggup ia urai. Ia berubah menjadi coklat, merah, hitam pekat, bau. Tak ada lagi sorak sorai yang mengelu-elukannya, semua menjauhi, tak ada lagi ikan riang ikut bersamanya, yang ada cuma ikan sapu-sapu, semua membenci, mengirim doa pada sang pencipta, semoga tidak datang lagi, bahkan ada yang menutup kubang, danau,tempat istrirahat, dan sungai jalur jalan pulang.
image

Air, perilaku terpuji tak tampak lagi, tak jadi panutan lagi.. Siapa yang rugi? Apa tak ada yang peduli? Apa musti terus begini.

 (atenSuharto)  as130317   http://wp.me/p3aea,9-2M

image

Belajar Efektif prof Azrul Azwar

*pengalaman bersama Prof.Dr.dr. Azrul Azwar, MPH

Belajar merupakan naluri yang melekat pada setiap manusia, menjadi kebutuhan yang sangat mendasar, berbuat merupakan perwujudan hasil belajar. Demikian pula keinginan untuk berkembang, termasuk keinginkan mendapatkan hasil belajar yang yang lebih baik.

Hasil belajar sangat ditentukan pada cara belajar yang digunakan, untuk itu banyak yang berlomba-lomba mempelajari dan mengembangkan tehnik belajar yang diharapkan semakin efektif, efisien, mudah, menarik, menyenangkan.

Saya mendapatkan pelajaran cara belajar efektif dari Prof. Azrul Azwar, guru berjalan, mengajarkan dengan bahasa gerak, contoh perbuatan, seperti yang dilakukan oleh Steve Jobb, presenter no 1 dunia, pemilik industri komputer terbesar, Apel, yang mengajarkan teknik presentasi kreatif melalui perbuatan yang kemudian menjadi acuan dan kajian utama di seluruh dunia.

Pelajaran pertama dari dr. Azrul (dokter muda) saya dapat tahun 1974, saat menemani perjalanan menuju ke tempat kerja di Puskesmas terpencil Serpong. Saya perhatikan, amati, selama perjalanan dr. Azrul merenung, membaca banyak bahan, sekali-kali bertanya, membuat tulisan, catatan coretan, sket, diagram. Tiba di Puskesmas tujuan sudah larut malam, lelah ngantuk, namun bliau tidak istirahat, tapi langsung duduk dihadapan mesin tik manual, mengetik cepat dengan gaya khas 11 jari, mewujudkan apa yang diamati direnung disimpulkan, pada lembar-lembar kertas tik putih agak mangkak, sebagian dituangkan di atas kertas master stensil, kemudian langsung diperbanyak dicetak stensil diatas kertas putih buram (sama jenis dengan kertas koran), rupanya bahan tersebut untuk projek pengembangan masyarakat keluarga berencana kerjasama FKUI-Univ Leiden.

Baru-baru ini saya baca banyak literatur tentang manajemen pembelajaran,  ternyata saat itu 40 tahun lalu, dr. Azrul telah menerapkan dan mengajarkan saya suatu proses belajar kreatif yang terdiri dari 3 langkah yakni Amati, Simpulkan, Ujudkan (ASU), yang hingga kini masih efektif digunakan, belum tergantikan, bahkan cara seperti ini saat ini digunakan oleh lembaga-lembaga pendidikan eksklusif seperti sekolah formal plus bertaraf internasional.

Saat bersama dr. Azrul Saat, di PKBI (1972-1976) dan PKMI (1985-1998) saya melihat dengan langkah ini banyak tulisan, kegiatan, program, kesuksesan dihasilkan.

Langkah ini juga sangat manfaat untuk mempelajari masalah keseharian, salah satunya saya tuangkan dalam tulisan “mau sehat? Sholat”. (http://wp.me/p3aea9-9)

Memang untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang suatu hal, permasalahan, keadaan, lebih baik jika dilakukan melalui pengamatan yang mendalam dengan memanfaatkan

perbendaharaan memori ingatan dan tambahan lain yang mendukung, informasi, teori, pengalaman, dsb, kemudian dianalisa, simpulkan, ringkas (extract), gambarkan hubungan antar unsur, sebab akibat dsb, selanjutnya ujudkan sebagai acuan berbuat, anjuran, konsep intervensi kreativ, program, dsb.

Pengamatan tanpa kesimpulan rasanya tak lengkap, kesimpulan tanpa pengamatan mendalam bisa jauh dari kebenaran, pengamatan dan kesimpulan tanpa diujudkan merupakan kerja sia-sia, ujudkan tanpa pengamatan dan kesimpulan bisa jauh dari harapan. (aten-asri)

Terima kasih prof Azrul yang telah memberikan sesuatu yang sangat manfaat, rasanya baik jika dikembangkan, disebarluaskan, lebih lagi jika dijadikan suatu gerakan. (atenS) as130307 http://wp.me/p3aea9-1x